Awetan Basah Platyhelminthes

Foto barang

Platyhelminthes, atau cacing pipih, adalah filum dalam kerajaan Animalia. Mereka merupakan hewan triploblastik acoelomata yang memiliki tubuh pipih dorsoventral. Filum ini mencakup berbagai spesies, baik yang hidup bebas maupun parasit.

  • Kingdom: Animalia
  • Phylum: Platyhelminthes

Awetan Basah Platyhelminthes ini terdiri atas berbagai species, diantaranya:

Fasciola hepatica, Moniezia expanza, Bipalium sp., Tysanosoma actinoides, Ascaris lumbricoides, dan Tenia sp.

Ciri-ciri Morfologi dan Anatomi

  • Tubuh pipih: Bentuk tubuh yang khas, pipih dorsoventral.
  • Tidak bersegmen: Tubuh tidak terbagi menjadi segmen-segmen.
  • Acoelomata: Tidak memiliki rongga tubuh sejati.
  • Sistem pencernaan: Sederhana, berupa mulut, faring, dan usus bercabang.
  • Sistem saraf: Tersusun atas sepasang ganglia otak dan serabut saraf yang menyebar ke seluruh tubuh.
  • Sistem ekskresi: Melalui sel-sel flame.

Daerah Persebaran

Platyhelminthes dapat ditemukan di berbagai habitat, baik air tawar, laut, maupun daratan. Beberapa spesies hidup sebagai parasit pada hewan lain, termasuk manusia.

Manfaat

  • Ekologi: Sebagai bagian dari rantai makanan dalam ekosistem perairan.
  • Bioindikator: Beberapa spesies digunakan sebagai indikator kualitas lingkungan.
  • Penelitian: Sebagai model organisme dalam penelitian biologi.

Metode Penyimpanan Awetan Basah Platyhelminthes

Awetan basah adalah metode yang umum digunakan untuk mengawetkan cacing pipih. Berikut adalah langkah-langkah umum yang dilakukan:

  1. Fiksasi: Cacing pipih yang telah diperoleh dari sampel dimasukkan ke dalam larutan fiksatif, seperti formalin 10%. Fiksatif ini akan menghentikan proses pembusukan dan menjaga struktur jaringan.
  2. Pembilasan: Setelah fiksasi, cacing dibilas dengan air mengalir untuk menghilangkan sisa fiksatif.
  3. Dehidrasi: Cacing kemudian dimasukkan ke dalam deret alkohol dengan konsentrasi yang meningkat secara bertahap (misalnya, 70%, 80%, 95%, dan 100%) untuk menghilangkan air dari jaringan.
  4. Clearing: Cacing direndam dalam larutan clearing, seperti xylene atau cedarwood oil, untuk membuat jaringan menjadi transparan.
  5. Penyimpanan: Cacing yang telah di-clearing kemudian disimpan dalam medium penyimpanan permanen, seperti balsam Kanada atau resin sintetis, di dalam wadah tertutup.

Pertimbangan dalam Penyimpanan Awetan Basah:

  • Ukuran wadah: Pilih wadah yang sesuai dengan ukuran cacing yang diawetkan.
  • Label: Setiap wadah harus diberi label yang jelas, termasuk nama spesies, tanggal koleksi, dan nama pengumpul.
  • Penyimpanan: Simpan awetan di tempat yang sejuk, kering, dan terhindar dari sinar matahari langsung.