Awetan Basah Porifera

Foto barang

Porifera atau spons adalah hewan multiseluler paling sederhana yang memiliki banyak pori-pori pada tubuhnya. Nama "porifera" berasal dari bahasa Latin, "porus" yang berarti pori dan "ferre" yang berarti membawa. Porifera sering ditemukan di lingkungan laut, meskipun beberapa spesies juga hidup di air tawar.

Taksonomi Porifera

  • Kingdom: Animalia
  • Filum: Porifera

Awetan Basah Porifera ini terdiri atas berbagai species, diantaranya:
Halichondrina sp., Spongilla sp., Scypha sp., Halichona sp., Hippospongia sp., Haliclona sp., dan Halichondria sp.

Ciri-ciri Morfologi dan Anatomi

  • Bentuk Tubuh: Beraneka ragam, mulai dari bentuk sederhana seperti tabung hingga yang kompleks seperti cabang pohon.
  • Pori: Banyak pori-pori kecil di seluruh tubuh yang berfungsi untuk menyaring makanan.
  • Koanosit: Sel berflagela yang melapisi rongga tubuh dan berfungsi untuk menangkap makanan.
  • Spikula: Struktur keras yang berfungsi sebagai rangka tubuh.
  • Mesohil: Lapisan gelatin yang mengandung berbagai jenis sel.

Daerah Persebaran

Porifera dapat ditemukan di berbagai habitat laut, mulai dari daerah pasang surut hingga laut dalam. Mereka sering menempel pada substrat keras seperti batu karang, cangkang kerang, atau bahkan pada tubuh hewan lain.

Manfaat Porifera

  • Biomedis: Beberapa senyawa kimia yang dihasilkan spons memiliki potensi sebagai obat-obatan baru, seperti antitumor dan antibakteri.
  • Ekologi: Spons berperan penting dalam ekosistem laut sebagai penyaring air dan menyediakan habitat bagi organisme lain.
  • Bioindikator: Spons sensitif terhadap perubahan lingkungan, sehingga dapat digunakan sebagai bioindikator kualitas air.

Status Konservasi (IUCN)

Meskipun banyak spesies porifera belum dievaluasi status konservasinya, beberapa spesies terancam akibat aktivitas manusia seperti polusi, pengambilan sampel yang berlebihan, dan perubahan iklim.

Metode Penyimpanan Awetan Basah Porifera

Awetan basah adalah metode yang umum digunakan untuk mengawetkan spesimen porifera. Berikut adalah langkah-langkah umum yang dilakukan:

  1. Fiksasi: Spons yang telah dikumpulkan dimasukkan ke dalam larutan fiksatif, seperti formalin 10%. Fiksatif ini akan menghentikan proses pembusukan dan menjaga struktur jaringan.
  2. Pembilasan: Setelah fiksasi, spons dibilas dengan air mengalir untuk menghilangkan sisa fiksatif.
  3. Dehidrasi: Spons kemudian dimasukkan ke dalam deret alkohol dengan konsentrasi yang meningkat secara bertahap (misalnya, 70%, 80%, 95%, dan 100%) untuk menghilangkan air dari jaringan.
  4. Clearing: Spons direndam dalam larutan clearing, seperti xylene atau cedarwood oil, untuk membuat jaringan menjadi transparan.
  5. Penyimpanan: Spons yang telah di-clearing kemudian disimpan dalam medium penyimpanan permanen, seperti balsam Kanada atau resin sintetis, di dalam wadah tertutup.

Pertimbangan dalam Penyimpanan Awetan Basah:

  • Ukuran wadah: Pilih wadah yang cukup besar untuk menampung seluruh spesimen.
  • Label: Setiap wadah harus diberi label yang jelas, termasuk nama spesies, lokasi pengambilan, tanggal koleksi, dan nama pengumpul.
  • Penyimpanan: Simpan awetan di tempat yang sejuk, kering, dan terhindar dari sinar matahari langsung.

Contoh Spesies Porifera

  • Spons mandi: Spesies yang sering digunakan sebagai spons mandi alami.
  • Venus' flower basket: Spons berbentuk tabung yang memiliki rangka silika yang indah.