Awetan basah Mabouya multifasciata 3
Taksonomi
- Kingdom: Animalia
- Phylum: Chordata
- Class: Reptilia
- Ordo: Squamata
- Subordo: Lacertilia
- Famili: Scincidae
- Genus: Eutropis
- Spesies: E. multifasciata
Catatan: Nama ilmiah kadal kebun sering berubah. Sebelumnya, ia digolongkan dalam genus Mabuya, tetapi kini masuk ke dalam genus Eutropis.
Ciri-ciri Morfologi
- Tubuh: Silindris memanjang, dengan sisik halus dan mengkilap.
- Kepala: Relatif kecil dan meruncing.
- Kaki: Pendek dan kuat, dengan cakar yang tajam untuk memanjat.
- Ekor: Panjang dan mudah putus (autotomi) sebagai mekanisme pertahanan diri.
- Warna: Biasanya coklat kehitaman dengan garis-garis kuning atau coklat muda memanjang di sepanjang tubuhnya.
Ciri-ciri Fisiologi
- Makanan: Omnivora, memakan serangga, cacing, buah-buahan, dan tumbuhan kecil.
- Reproduksi: Ovipar (bertelur). Betina bertelur beberapa butir di tempat yang tersembunyi, seperti di bawah batu atau dalam tanah.
- Adaptasi: Sangat adaptif terhadap berbagai jenis habitat, dari hutan hingga perkotaan.
Penyebaran
Kadal kebun sangat umum ditemukan di Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Mereka sering ditemukan di kebun, sawah, dan area terbuka lainnya.
Status Konservasi IUCN
Kadal kebun tidak termasuk dalam daftar spesies yang terancam punah menurut IUCN. Populasi mereka masih tergolong stabil di banyak daerah.
Penyimpanan Awetan Basah
- Larutan pengawet: Formalin 10% atau alkohol 70% adalah larutan yang umum digunakan untuk mengawetkan reptil seperti kadal kebun.
- Cara penyimpanan: Kadal yang telah diawetkan harus direndam dalam larutan pengawet secara keseluruhan. Wadah penyimpanan harus tertutup rapat dan ditempatkan di tempat yang sejuk dan terhindar dari sinar matahari langsung.
- Pergantian larutan: Larutan pengawet perlu diganti secara berkala untuk menjaga kualitas awetan dan mencegah kerusakan jaringan.
Penting: Penanganan spesimen awetan basah harus dilakukan dengan hati-hati untuk menghindari kerusakan pada spesimen dan menghindari paparan terhadap bahan kimia berbahaya.